Sometimes things become possible if we want them bad enough.
— T.S. Eliot
Sometimes things become possible if we want them bad enough.
— T.S. Eliot
Ketika setiap aksara berubah jadi kata, isi hati bisa jadi bukan lagi rahasia. Di ruang ini, sudah berapa banyak isi kepala yang bisa dibaca? Ini yang ke 800.
Semuanya berawal dari prasangka, reaksi pikiran dari hal-hal yang ada. Mungkin terlalu ceroboh, karena dulu tanpa benar-benar merasakan…
View Larger Ada masa-masa di mana makna pertemuan menjadi begitu absurd. Dia tak lagi sekedar persamaan ordinat dari dua titik yang berbeda, karena sepertinya titik temu tak lagi hanya sekedar fisik.
Saat di mana dia menjelma menjadi rinai hujan yang membuat riak di genangan air. Ketika keberadaan adalah penurunan temperatur atau bias air yang menyentuh diri. Karena indra merasai kesamaan dengan masa lalu, maka tanpa sadar terjadi perjumpaan dengan kenangan.
Lain waktu saat perbedaan titik menjadi jarak, kata-kata hadir merajut sambungan yang mempertemukan. Karena fisik memang bisa dipisahkan oleh jarak, tapi bukan jarak yang memisahkan pemikiran yang ingin bersapa.
Karena memang tak ada yang kebetulan, sehingga kehadiran jarak tak perlu ditentang. Menerima jarak, dalam suatu cara yang aneh, bisa menjadi simpul pertemuan.
Ketika semua logika menjawab harapan, sering terjadi lupa memberi ruang kosong untuk kehendak Tuhan.
Tapi ketika ekspektasi bertolak dengan kenyataan, inginNya selalu hadir untuk dipertanyakan.
— (via artsy-tektur)
(Source: glamour-glitter-gold)
At La Pizza with ghina and Indah – See on Path.